Senin, 28 Juni 2010

Makanan yang Bantu Turunkan Berat Badan


Apa yang Anda makan ternyata juga bisa membantu menurunkan berat tubuh. Mau tahu makanan apa saja? Simak di bawah ini:

Telur
Orang dewasa yang mengonsumsi dua butir telur untuk menu sarapan bisa menghilangkan 65 persen bobot tubuhnya (sekaligus merasa lebih enerjik) ketimbang mereka yang memakan roti dengan kalori yang sama. Penemuan lain menyatakan, mereka yang mengonsumsi telur setiap hari, asupan kalorinya lebih rendah 300 kal (jika ditotal, sama dengan 1,5 kilo per bulan) ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi telur. "Telur membantu menyeimbangkan kadar gula darah, memberikan protein pendukung energi, dan penuh nutrisi," ujar pelatih kebugaran, Jessica Smith. "Jika Anda tak sanggup makan telur pada pagi hari, makanlah pada malam hari," lanjutnya.

Kentang
Kentang sering kali digunakan sebagai pengganti nasi. Namun, bagi mereka yang diet karbohidrat, kentang pun dihindari karena sama-sama mengandung karbohidrat. Padahal, sesungguhnya kentang adalah bahan makanan yang baik untuk mengurangi berat tubuh. Kentang memiliki campuran nutrisi, serat, dan protein, tetapi dengan kalori rendah. Satu kentang panggang (dengan kulitnya) berukuran sedang memiliki 6 gr protein, lebih dari 1.500 mg potasium, dan kalori di bawah 300. Tambahkan dengan sayuran atau keju rendah lemak untuk dijadikan sajian pelengkap atau kudapan.

Plain yoghurt
Masyarakat Yunani senang mengonsumsi yoghurt tawar. Jika Anda tahan rasa tawarnya, simpan makanan itu di kulkas untuk memenuhi keinginan mengemil pada pagi atau malam hari tanpa perlu merasa bersalah. Yoghurt dengan kandungan 2 persen lemak akan memberikan rasa kenyang lebih lama, kalsium tinggi, protein, dan bakteri yang baik untuk perut.

Artichoke
Artichoke adalah makanan penghilang berat tubuh yang baik dan memiliki serat yang cukup banyak. Satu artichoke rebus memiliki 150 kalori dengan 10 gr protein, kalsium, dan asam folat. Untuk kudapan, makan artichoke dengan perasa tambahan, mayones, hummus, atau Italian dressing.

Pasta
Pasta tomat kalengan adalah makanan yang bisa membantu Anda menurunkan berat tubuh. Pasta tomat kalengan memiliki serat 5 gr per setengah cangkir. Gunakan pasta tomat kalengan untuk memberi rasa pada saus spageti atau tortillas.

Kacang almon
Memakan makanan dalam jumlah sedikit, tapi sering adalah salah satu strategi untuk menurunkan berat tubuh. Namun, perhatikan pula makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan aman untuk dikonsumsi adalah kacang almon. Setidaknya 10 butir kacang almon di jam-jam tertentu, di antara waktu makan besar, bisa membantu memenuhi keinginan untuk mengunyah, tapi tidak merusak diet. Kacang almon memiliki kandungan serat yang bisa bikin kenyang dan mudah dibawa.

Senin, 21 Juni 2010

Lebih Bugar berkat Teh


Shutterstock');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">Shutterstock');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">Shutterstock');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">

Pernah mendengar seni meminum teh ala orang Jepang? Di negara ini, minum teh memang sudah menjadi tradisi. Karena itu teh disajikan juga untuk acara-acara khusus, termasuk untuk pesta. Namun tidak semua teh bisa disajikan untuk segala situasi. Setiap jenis teh memiliki cara penyajian dan waktu-waktu tertentu untuk disajikan atau diminum.

Yeni Ismayani, praktisi kuliner sekaligus food stylist, membagi informasi mengenai jenis-jenis teh, dan waktu penyajian terbaiknya.

1. Black tea atau morning tea
Sesuai dengan namanya, teh jenis ini diminum untuk pagi hari. Black tea akan mencegah kantuk di pagi hari, dan membuat Anda tetap semangat. Meskipun bernama black tea, namun teh ini ketika diseduh dengan air panas akan mengeluarkan warna merah keemasan. Nah, pastikan Anda minum secangkir teh di pagi hari untuk menghilangkan kantuk.

2. Green tea atau afternoon tea
Kenapa green tea baik untuk diminum usai makan siang atau menemani camilan di sore hari? Karena teh hijau ini punya khasiat melunturkan lemak. Teh ini amat baik dikonsumsi hangat karena aromanya yang manis. Teh hijau terbuat dari pucuk daun teh dan memiliki kandungan antioksidan.

3. Jasmine tea atau evening tea
Jasmine tea cocok diminum pada sore atau malam hari usai beraktivitas seharian. Wangi jasmine atau melati akan membuat kita rileks setelah seharian bekerja dan mengalami kelelahan.

Tips untuk menyeduh teh: Untuk mendapatkan komposisi rasa dan wangi yang pas, seduh teh selama 2-3 menit dengan air bersuhu 80 derajat Celcius.

Jumat, 11 Juni 2010

Kopi Bikin Tekanan Darah Tinggi?



Secangkir kopi biasanya akan menemani Anda mengawali hari di kantor. Atau, menjelang sore ketika tubuh sudah mulai penat dan otak butuh didongkrak agar tetap konsentrasi. Namun Anda yang masih menahan kebiasaan minum kopinya umumnya kerap bertanya-tanya, benarkah kopi mengakibatkan sakit kepala? Benarkah kopi bikin kecanduan?

Untuk menjawab rasa penasaran para penggemar kopi, Prof Dr Deddy Muchtadi, MS, Kepala Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA, IPB, memberikan paparan seputar mitos dan fakta tentang kopi.

Mitos:

1. Minum kopi bisa menyebabkan kecanduan
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan bahwa kopi tidak membuat ketagihan atau bersifat adiktif. Sejauh ini tidak ada bukti bahwa kafein bisa menimbulkan ketagihan serius layaknya penyalahgunaan narkoba.

Kafein dalam kopi yang sering disebut sebagai candu (ketagihan) merupakan senyawa GRAS (generally recognized as safe) oleh USFDA sejak tahun 1958. Konsumsi kafein yang aman pada orang dewasa maksimal 400 mg per hari.

Kafein dapat membantu kita untuk terus terjaga, karena menghilangkan kelelahan dan kantuk. Kafein juga bisa memperbaiki mood, serta meningkatkan daya konsentrasi. Itulah sebabnya rata-rata kopi dikonsumsi oleh mereka yang lembur bekerja, menghadapi deadline, atau tengah menghadapi serangkaian ujian.

2. Minum kopi bisa membuat keropos tulang (osteoporosis)
Tahun 1994, komisi penasehat NIH (National Institute of Health) USA menyimpulkan bahwa kafein yang sering disebut bisa menyebabkan keropos tulang tidak akan mempengaruhi penyerapan ataupun eksresi kalsium dalam tubuh.

Selama Anda mengkonsumsi kafein secara moderat (3 cangkir sehari), tidak akan mempengaruhi densitas (kekuatan) dan kandungan mineral tulang. Dengan demikian Anda tidak akan terserang keropos tulang.

3. Minum kopi bisa membuat tekanan darah tinggi (hipertensi)
Kafein yang tidak berlebihan (batas konsumsi per hari 400 mg) tidak akan menyebabkan hipertensi kronis. Mereka yang sensitif terhadap kafein mungkin akan mengalami peningkatan tekanan darah selama beberapa saat saja.

Kafein juga tidak akan menyebabkan penyakit jantung. National Research Council USA tidak menemukan kaitan antara mengonsumsi kopi dengan risiko penyakit jantung koroner.

4. Kopi tidak mengandung nutrisi
Dalam satu cangkir kopi (237 gr) terdapat kandungan air (235 gr), energi (2 Kkal), zat besi (0,02 mg), magnesium (7 mg), fosfor (7 mg), kalium (116 mg), flouride (215 mg), dan kafein (95 mg).

Bahkan kopi juga terbukti mengandung asam fenolat (klorogenat dan kafeat) yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menghilangkan pengaruh negatif radikal bebas. Anda tahu kan, jika tidak dicegah radikal bebas bisa menyebabkan penyakit degeneratif. Di Jepang, kopi digunakan sebagai sumber utama aktioksidan.

Kafein yang bertahan di dalam tubuh kita akan membuat kita terjaga selama:

Dewasa: 3-5 jam, bayi di bawah 6 bulan: 24 jam, ibu hamil: 7-8 jam, perokok: 2-3 jam. Ibu menyusui tidak diperkenankan minum kopi karena bisa berpengaruh pada bayi.

Kamis, 03 Juni 2010

Kita Tetap Butuh Karbo!


Sebagian besar penyakit yang menjangkiti orang dewasa dipengaruhi oleh pola makan dan asupan gizi yang tidak seimbang. Padahal makan dengan asupan gizi seimbang dan disiplin dengan pola makan yang tepat, penyakit seperti jantung koroner, diabetes, dan penyakit lainnya bisa dihindari.

Dalam talkshow "100% Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan oleh Mead Johnson di Jakarta, Rabtu (3/2/2010) lalu, dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK, spesialis gizi klinik, menjelaskan bahwa komposisi makanan seimbang bagi orang dewasa dalam sehari adalah 50-60 persen karbohidrat, 15-20 persen protein, dan lemak tak lebih dari 30 persen.

Menurut dr Fiastuti, orang dewasa bisa mengatur dan menyeimbangkan asupan gizi yang harus dikonsumsi setiap harinya, seperti:
1. Karbohidrat
Dengan porsi yang disebutkan tadi, Anda tak harus selalu mengonsumsi nasi. Karbohidrat bisa didapatkan dari roti atau kentang. Mindset yang perlu diubah juga adalah, saat makan tak harus mengonsumsi nasi. Jika sudah makan nasi saat sarapan, menu makan siang bisa diganti dengan roti atau kentang, begitu pun saat makan malam.

2. Protein
Protein nabati atau hewani, tinggal pilih. Cukup konsumsi salah satunya, asal dalam sehari Anda sudah mendapatkan asupan protein entah dari telur, ikan, tempe, atau yang lain. Sarapan cukup dengan protein tanpa tambahan karbo pun tak masalah. Porsi lengkap saat makan siang juga baik asalkan tak berlebihan takarannya.

3. Sayuran
Sayuran harus ada dalam menu keseharian. Kombinasikan dengan asupan lainnya sesuai selera. Karena selain karbohidrat, protein, dan lemak, tubuh Anda juga butuh asupan vitamin A, D, E, K, B, C, Ca. Sebagian besar dari vitamin ini bisa didapatkan dari sayuran seperti wortel, brokoli, kacang-kacangan, dan lainnya.

4. Buah
Konsumsi buah penting sebagai asupan vitamin, maupun sebagai program penurunan ataupun penambahan berat badan. Makanlah buah saat jeda makan, misalkan pagi sebelum makan siang, atau pukul 15.00 saat perut mulai keroncongan. Bagi yang ingin menambah berat badan, makanlah buah dengan tambahan mayones. Sebaliknya bagi yang kegemukan, cukup konsumsi buah segar atau jus segar yang tidak disimpan terlalu lama.