Jumat, 28 Mei 2010

Kiat Melancarkan Proses Pencernaan


Kembung, sakit perut yang mirip kejang, letih, lesu, apakah semuanya ini terkesan akrab? Kalau ya, kemungkinan penyebabnya adalah gangguan pada usus. Gangguan usus saat ini terjadi pada hampir seperempat anggota masyarakat. Anggota terbesarnya berusia antara 20-40 tahun, dan 2 dari 3 penderita terdiri dari wanita.

Dalam bukunya yang berjudul Lazy Girl's Guide to Good Health, Anita Naik mengatakan, gangguan ini sebenarnya disebabkan oleh gangguan pada saluran usus. Dalam keadaan biasa, saluran usus mendorong ampas makanan dengan gerakan kontraksi secara bertahap menuju lubang pelepasan. Tetapi kalau kontraksi usus tidak teratur, akan timbul kejang yang menyakitkan, kembung, gas, sembelit, dan diare. Dugaan penyebab utamanya adalah stres.

Anda dapat menolong diri sendiri dengan cara:
- Belajar mengendalikan stres. Hubungan antara gangguan usus dan stres cukup jelas, oleh sebab itu, tindakan ini harus dijadikan langkah pertama. Para ahli berpendapat bahwa istirahat sendirian selama 20 menit setiap hari, berolahraga secara teratur (20 menit, tiga kali seminggu), dan belajar mengenali batas kemampuan diri sendiri dapat membantu menciptakan hidup yang lebih terbebas dari stres.

- Menyusun makanan setiap hari. Tidak tahan terhadap makanan tertentu dapat juga mengakibatkan gangguan usus, seperti gandum dan produk susu. Sebab, perut tidak dapat memecah makanan yang tidak dapat diterimanya, yang mengakibatkan kembung, kejang, dan terlalu banyak gas. Seandainya Anda menduga munculnya masalah seperti ini, cobalah berhenti makan makanan jenis ini dan mulai memasukkan jenis makanan ini secara bertahap ke dalam susunan makanan sehari-hari. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan membuat catatan harian yang berisi makanan, dan mencatat makanan apa saja yang nampaknya paling sering menyebabkan gangguan perut, dan kapan terjadinya. Dengan catatan, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter, yang akan membantu kita melakukan perubahan yang diperlukan.

- Minta resep dokter. Meski gangguan usus tidak dapat hilang dengan obat begitu saja, dokter dapat memberikan resep untuk obat antikejang, yaitu alevrine atau mebeverine, yang menenangkan usus dan meredakan kejang; kapsul pepermin dapat membantu mencegah kembung dan gas dalam perut; tablet antidiare untuk mengatasi mencret.

- Menyantap makanan dalam porsi lebih kecil dan lebih sering. Dengan cara ini Anda dapat mencegah lambung terlalu penuh. Usahakan makan makanan yang rendah lemak dan rendah tepung, tetapi berkarbohidrat tinggi.

- Berolahraga secara teratur. Dengan meningkatkan jumlah latihan olahraga, kita dapat membantu usus bergerak lebih teratur dan mengatasi perut kembung.

- Kurangi jajan. Hindari makanan yang diproses, seperti gorengan, makanan manis, karena jenis ini bisa menghambat fungsi pencernaan. Jangan lupa tambahkan pula keragaman pilihan asupan. Kalau menyantap makanan yang itu-itu saja, sama halnya mengundang penyakit perut. Karena kelak, suatu saat akan terjadi "pemberontakan". Makan apa saja yang bisa diterima tubuh boleh, asal porsinya kecil. Jangan lupa, bahwa serat memang baik untuk pencernaan. Tetapi makan terlalu banyak serat bisa berakibat nyeri lambung, kembung, dan sering buang gas.

Kamis, 20 Mei 2010

Kedutan, Tanda Mau Dapat Duit?

Kita tentu pernah merasakan mata berkedut-kedut. Jika sudah begitu, maka teman Anda pasti akan mengatakan, "Sebelah mana yang kedutan? Kalau kiri, tandanya mau nangis. Kalau kanan, mau dapat duit!"

Anda tentu tahu bahwa hal tersebut hanyalah mitos. Namun, siapa sih yang bisa nolak kalau memang akan ada orang yang memberi Anda uang?

Salah satu penyebab mata kedutan adalah tubuh yang kelelahan. Pemicu lainnya? Temukan jawaban dan solusinya di sini.

Praktisi kesehatan tidur
Dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep physician di Sleep Disorder Clinics RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

"Hemificial spasm" atau HFS. Gangguan yang sifatnya sementara karena kurang istirahat. Namun ada juga yang lebih parah, menjalar dari mata hingga otot sekitar bibir. Ini terjadi karena iritasi pada saraf kranial ke-7 di wajah oleh pembuluh darah arteri serebri anterior atau karena gangguan lain.

Anjuran
Persiapkan waktu tidur dengan baik dan tidur teratur. Selain itu, istirahatkan mata setelah lama menatap komputer. Caranya: lihat ke depan sejauh mata memandang, lalu pejamkan mata. Setelah itu, kompres dengan air dingin untuk mengurangi peradangan. Jika perlu, maka berkonsultasilah ke spesialis saraf.

Spesialis mata

dr Donny Istiantoro, SpM, spesialis mata di Jakarta Eye Center.

Gangguan saraf motorik ke-7 atau karena kita merasa terlalu lelah. Gangguan ini bisa dibayangkan sama seperti aliran listrik yang kadang-kadang mengalami gangguan kecil. Jadi, sebenarnya tidak perlu ditanggapi terlalu serius sebab kedutan biasanya akan sembuh sendiri.

Anjuran
Untuk gangguan kedutan yang ringan, itu bisa diatasi dengan mengonsumsi multivitamin penambah darah atau vitamin E. Untuk gangguan yang lebih parah dan sampai mengganggu kualitas hidup, kita bisa melakukan suntik Botox yang harus dilakukan ahlinya atau harus diperiksa oleh ahli bedah mata.

Naturopati
Riani Susanto, ND, CT, ahli naturopati di Jakarta.

"Dystonia" atau "Blepharospasm". Dystonia adalah gerakan saraf yang membuat otot berkontraksi kedutan. Penyebabnya: keturunan, trauma fisik, dan infeksi. Blepharospasm adalah kontraksi otot tak terkontrol yang menyebabkan kontraksi sekitar mata. Penyebabnya, stres dan kelelahan.

Anjuran
Hindari stres dengan bersyukur agar beban pikiran berkurang. Pakai kaca mata hitam untuk menghindari cahaya bisa membantu merilekskan daerah mata berkedut. Namun, jika sudah mengalami kedutan permanen, maka bisa dilakukan suntik Botox untuk melokalisasi dan membuat lumpuh area kedutan.

Rabu, 12 Mei 2010

Jamur Bikin Panjang Umur


Dalam budaya kuliner Indonesia, jamur tidak menempati posisi penting. Tak banyak masakan khas Indonesia yang berbahan dasar jamur. Kalaupun ada, itu hanya satu-dua, sebutlah pepes jamur, oseng jamur, atau sekadar menjadi kondimen alias bahan pelengkap seperti pada masakan kimlo/timlo.

Padahal dalam khazanah kuliner Asia seperti di China, Korea, atau Jepang, jamur sangat mendominasi pada banyak makanan, bahkan minuman. Mereka umumnya menyadari benar, jamur mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan. Jamur bebas kolesterol serta kaya serat, vitamin, dan mineral. Karenanya, jamur dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit.

Literatur mencatat, jamur jenis shiitake atau yang juga dikenal dengan nama jamur hitam China sudah dibudidayakan sejak 1.000 tahun lalu. Sejarah tertulis pertama tentang budi daya shiitake ditulis Wu Sang Kuang di jaman Dinasti Song (960-1127), walaupun jamur ini sudah dimakan orang di daratan Tiongkok sejak tahun 199 Masehi. Dalam Wikipedia disebutkan, di jaman Dinasti Ming (1368-1644), dokter bernama Wu Juei menulis, jamur shiitake tak hanya bisa digunakan sebagai makanan, tetapi juga obat untuk penyakit saluran nafas, melancarkan sirkulasi darah, meredakan gangguan hati, memulihkan kelelahan, dan meningkatkan energi chi. Shiitake juga dipercaya dapat mencegah penuaan dini serta memperpanjang umur!

Secara umum kandungan gizi per 100 gr yang terdapat pada jamur adalah sebagai berikut:

Kandungan Segar Kering
Kalori 15 kal 128 kal
Protein 3,6 gr 16 gr
Lemak 0,6 gr 0,9 gr
Hidrat arang 0,9 gr 64,6 gr
Kalsium 3 mg 51 mg
Fosfor 94 mg 223 mg
Besi 1,7 mg 6,7 mg
Vitamin B1 0,10 mg 0,11 mg
Air 93,7 gr 14,9 gr

Hati-hati racunnya
Saat ini aneka makanan yang menggunakan bahan baku jamur mudah ditemui, terutama di restoran yang menyajikan masakan China, Jepang, dan Korea.Jamur segar pun banyak dijual di pasar dan toserba. Sebelum mengolahnya, rendam sebentar jamur yang kering dalam air panas. Sedangkan jamur segar bisa langsung dicuci dengan air bersih.

Tidak disarankan untuk memetik sendiri jamur yang tumbuh liar jika kita tidak betul-betul mengenalnya. Ya, karena sebagian jenis jamur mengandung racun. Sebutlah jamur beracun spesies Omphalotus guepiniformis yang sepintas terlihat mirip jamur shiitake sehingga banyak orang yang tertipu dan keracunan.

Berikut ciri-ciri jamur beracun:
* Umumnya jamur beracun berwarna solid, seperti merah darah, hitam legam, biru tua, ataupun warna-warna keras lainnya, meski ada juga satu-dua yang warnanya kuning muda atau putih.

* Baunya sangat menyengat, seperti telur busuk atau amoniak.

* Biasanya mempunyai cincin atau cawan. Sebagai catatan, jamur merang mempunyai cawan dan jamur kompos mempunyai cincin, tetapi keduanya tidak termasuk jamur beracun.

* Umumnya tumbuh di tempat yang kotor seperti pembuangan sampah atau kandang hewan.

* Jenis jamur beracun cepat sekali berubah warna, misalnya dari warna putih ke warna gelap ketika dimasak atau dipanaskan.

* Masyarakat Eropa mempunyai kebiasaan mengerat jamur yang baru ditemukan dengan pisau perak atau dikerat dengan pisau biasa, lalu didekatkan dengan benda yang terbuat dari perak. Jika pada pisau atau benda perak itu muncul warna hitam atau biru, berarti dapat dipastikan jamur tersebut beracun.

* Masyarakat Indonesia pun punya cara tradisional untuk mengenal jamur beracun, yakni dengan membuat pepes jamur tersebut bersama nasi putih. Kalau warna nasi berubah menjadi gelap, berarti jamur itu termasuk jenis jamur beracun.

Tanda-tanda seseorang keracunan jamur secara umum adalah muntah, mual, pusing, dan buang-buang air setelah makan atau minum jamur. Jika itu yang terjadi, segera bawa penderita ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Jangan tunggu sampai sesak nafas, apalagi kejang, karena hal itu dapat berakibat fatal.

Senin, 03 Mei 2010

Ganti Mie dengan Konyaku


Pernah mendengar makanan bernama "iles-iles"? Tumbuhan yang merupakan umbi-umbian mirip dengan keladi itu ternyata bisa menjadi bahan baku untuk makanan diet. Iles-iles juga kerap digunakan sebagai bahan kosmetika.

''Bahasa Jawanya iles-iles, tapi nama kerennya konyaku,'' jelas Bondan Winarno, pembawa acara kuliner, usai acara peluncuran kartu HSBC Advance di Rumah Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (15/2/2010).

Dalam bahasa Inggris, iles-iles biasa disebut Devil's Tongue, atau Voodoo Lilly. Tumbuhan ini masuk ke dalam rumpun Amorphophallus, dan bunganya jika mekar memang terlihat seperti bunga bangkai.

Bondan mengatakan, iles-iles ini amat baik untuk mereka yang gemar makan namun kurang mengetahui dampaknya bagi tubuh. ''Iles-iles punya kalori nol. Sedangkan dalam sehari, normalnya tubuh kita mengkonsumsi 2000 kalori. Nah, kalau mau makan banyak saya makan iles-iles, sebanyak mungkin. Tetap kenyang tapi tubuh tidak melar,'' ungkap pria yang mempopulerkan istilah "Mak Nyus!" itu.

Dari segi kesehatan, iles-iles diyakini mampu menormalkan kadar kolesterol, mencegah tekanan darah tinggi, dan menormalkan kadar gula darah.

Iles-iles sangat mudah ditemukan. Selain itu, harganya tidak mahal. ''Di supermarket hanya Rp 15.000, kok. Bentuknya sudah diolah menjadi mie atau bihun tebal, mirip shirataki (mie Jepang). Jadi Anda bisa menambahkan bakso, sosis, atau sayuran. Sama seperti kita makan mie, tapi bedanya, kalorinya nol,'' ujar Bondan seraya menyeruput lime and mint ice-nya.

Menurut Bondan, saat ini iles-iles belum banyak dikenal. Padahal dengan harga yang murah, makanan ini bisa dimakan sesering mungkin. "Untuk anak-anak cocok juga. Soalnya tidak akan membuat gemuk seperti makan mie instan,'' imbuhnya.

Nah, Anda yang suka mengonsumsi mie instan lebih baik beralih ke mie yang terbuat dari iles-iles. Selain baik untuk pencernaan, mie ini juga tidak akan menyebabkan berat badan naik.