Jumat, 12 Maret 2010

Pulang dari Jepang Diharapkan Jadi Wirausaha

Departemen Tenaga Kerja siapkan 117 pemuda lulusan SMU untuk mengikuti program magang ke Jepang. Pembekalan ke-117 pemuda lulusan SMU dan STM ini dilakukan di Balai Besar Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri, Cevest, Jl Guntur Raya No. 1, Bekasi Barat, Senin (8/2/2010).

Ke-117 pemuda ini adalah lulusan SMU dan STM dari seluruh daerah yang ada di Indonesia. Pemuda-pemuda yang akan mengikuti program magang di Jepang antara lain berasal dari daerah Bali, Bengkulu, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Medan, Pondok Pesantren, dan Riau. Tahun ini sebanyak 117 orang akan mengikuti program magang di Jepang.

Mereka sebelumnya telah mengukuti masa pelatihan dari 14 Desember 2009 sampai dengan 10 Februari 2010. Jumlah awal pemuda yang masuk seleksi tahap pertama sebanyak 141 orang, setelah mengikuti proses selanjutnya jumlah akhirnya menjadi 117 orang pemuda.

Pemuda dengan nilai tertinggi yang berada di urutan pertama adalah Mohamad Jamroji asal Jawa Timur dengan nilai A 97,7, urutan ke dua Muhamad Anas Junaidi asal Pondok Pesantren dengan nilai A 95,8, I Wayan Sudiarsana asal Bali dengan nilai A 94,5. Pembekalan di Balai Besar Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri, Cevest ini meliputi pembekalan mental, sikap, disiplin, pembekalan bahasa Jepang, pembekalan budaya.

"Mereka dibekali dengan pelatihan mental, budaya, serta bahasa Jepang," ucap Direktur Pemagangan, Drs. Mulyanto di BBPTKLN, Cevest, Bekasi Barat, Senin (8/2/2010).

Dengan pembekalan mental, sikap, disiplin, bahasa dan budaya Jepang ini semoga bisa menjadi bekal mereka di Jepang nantinya selama 3 tahun ke depan. "Semoga dengan pembekalan ini, bisa menjadi modal mereka untuk berkomunikasi, beradaptasi di Jepang. Karena di Jepang ada 4 musim, sehingga pembekalan disini bisa membuat mereka beradaptasi dengan ke empat musim itu," ucap Mulyanto.

Mulyanto berharap setelah mengikuti program magang di Jepang ini ke-117 pemuda Indonesia ini bisa mendapat ilmu dan bisa berwirausaha. "Semoga sebalik dari Jepang nanti mereka semua tidak menganggur lagi, bisa berwirausaha, karena selain keterampilan yang didapat mereka juga akan memperoleh uang pembekalan sebesar 600 ribu yen sepulang dari Jepang," ucap Mulyanto.

Program magang ini, ke depannya tidak hanya akan diadakan di Jepang, tetapi bisa dilakukan di Cina, Vietnam, Australia, dan Kanada. "Kita coba tahun-tahun ke depan akan dilakukan di Australia, Kanada, Timur Tengah," ucap Mulyanto. Pembekalan ini bekerjasama dengan Universitas Ciputra yang diwakili oleh Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komen, tapi jangan spam ya :) yang penting ada hubungan dengan artikel yang sedang anda baca